Bayangkan menjadi orang pertama yang terkena Covid-19. Orang yang terjangkit virus Corona akan mengidap penyakit yang disebut dengan Covid-19. Saat itu belum disebut demikian, orang mengira itu hanya flu biasa. Tak disangka, justru virus itu menjadi wabah yang menjangkit jutaan orang di seluruh dunia, menyebabkan kematian dalam kurun waktu singkat dan memicu kekacauan ekonomi.

Sampai saat ini ini kita masih belum tahu secara pasti siapa pasien pertama tersebut. Yang kita ketahui, orang itu berasal dari seorang yang kemungkinan besar tinggal di kota Wuhan, China. Berawal dari situlah, virus Corona menyebar secara cepat dan begitu saja mengubah tatanan hidup yang telah bertahun-tahun dijalani.

Sempat terlintas pemikiran, Andai saja ada sesuatu yang dapat membantu pelacakan pesebaran Covid-19 termasuk kontak yang terjadi dari Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang telah membawa virus, bahkan pasien positif Covid-19. Mungkin hal ini akan menjadi kontrol bagi semua orang untuk mengetahui sejauh apa keamanan lingkungan kerja kita terhadap paparan virus Corona. Terlebih, teknologi semakin canggih.

Perubahan tatanan hidup yang terpaksa harus kita jalani tentunya memberikan dampak positif maupun negatif. Perubahan yang paling memengaruhi perekonomian adalah tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di rumah, sedangkan untuk menjalani keseharian, kita harus berpenghasilan agar bisa bertahan hidup, untuk diri sendiri dan keluarga.

Transisi Teknologi Mandiri dengan jeli membaca situasi terkini soal pesebaran virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Transisi merasakan keresahan semua orang dalam menjalani rutinitasnya di era New Normal. Keresahan ini semakin meningkat dengan kurangnya kesadaran orang untuk menjaga jarak fisik dan sosial serta menjaga kebersihan diri. Apalagi bagi OTG dan ODP yang masih beraktivitas selayaknya orang sehat, padahal dari tubuhnya sudah membawa virus Corona yang siap menjangkit siapapun yang melakukan kontak dengannya ataupun keluarga.

Wabah virus Corona hanya bisa ditanggulangi dengan menjaga jarak fisik dan sosial, menjaga kebersihan, dan juga dengan anti virus. Namun, selama anti virus belum ditentukan, apakah produktivitas harus berhenti? Kita harus tetap produktif dan menghasilkan meskipun harus hidup berdampingan bersama wabah Covid-19. Apalagi kita sudah menerapkan New Normal, kita membutuhkan sesuatu yang bisa membimbing kita terhindar dari wabah virus Corona.

INOVASI SOSIAL

Kenapa Transisi menciptakan aplikasi yang mampu melacak pesebaran virus Corona?

  • Ketidakpastian recovery wabah virus Corona semakin tidak bisa ditebak.
  • Di sisi lain, dunia usaha harus tetap beraktivitas agar roda perekonomian tidak berhenti

Bagaimana Transisi membantu semua orang dengan aplikasi Transisi Covid-19 Tracing?

  • Transisi menginisiasi aplikasi Covid-19 Tracing yang dapat membantu instansi atau perusahaan untuk memetakan kondisi kesehatan karyawan khususnya melacak pesebaran virus.
  • Aplikasi berbasia Android dan IOS dapat diunduh oleh semua karyawan.
  • Pemantauan pesebaran virus Corona dapat membantu dalam pembuatan keputusan akurat terkait kebijakan selama pandemi berlangsung.
  • Instansi atau perusahaan dapat melakukan pelacakan data mandiri melalui aplikasi

Apa yang menjadikan aplikasi ini penting?

  • Aplikasi Transisi Covid-19 Tracing membantu pemerintah dalam pemantauan pesebaran wabah dengan cakupan yang lebih sempit.
  • Data dapat diakses secara real-time.
  • Data nasional dalam skala yang lebih sempit pun dapat tertampil

Solusi yang ditawarkan aplikasi Transisi Covid-19 Tracing

  • Instansi atau perusahaan mempunyai data dari aplikasi yang dapat memetakan sebaran wabah Covid-19 pada karyawan dan keluarga karyawan.
  • Aplikasi telah terintegrasi dengan data kesehatan dari pemerintah ke perusahaan.
  • Fitur contact tracing dapat melakukan deteksi terhadap pengguna aplikasi lain dalam jarak 1 sampai 10 meter.
  • Data tersebut akan tersimpan dalam server dan digunakan ketika terdapat karyawan yang termasuk kategori ODP, PDP, bahkan positif Covid-19 sehingga dapat dilacak dengan siapa karyawan tersebut melakukan kontak.
  • Identifikasi yang dilakukan dapat memantau kesehatan harian karyawan berdasarkan data diri karyawan dan keluarga yang telah didaftarkan.
  • Berdasarkan parameter risiko, aplikasi dapat menentukan level risiko kesehatan secara otomatis, dan data tersebut dapat digunakan untuk pengambilan keputusan serta pelacakan pesebaran virus.

Dengan adanya aplikasi Transisi Covid-19, semua gawai karyawan dapat menggunakannya untuk memetakan kesehatan karyawan dan lingkungan tempat kerja, kriteria risiko kesehatan, serta pelaporan kesehatan dalam skala yang lebih sempit. Instansi atau perusahaan pun turut membantu pemerintah untuk menghentikan rantai pesebaran virus Corona yang menyebabkan wabah Covid-19.

Transisi Covid-19 tracing ibarat senter dalam kegelapan dan senjata yang membantu semua orang dalam menjaga kelangsungan hidup dengan tetap produktivitas dan menghasilkan meskipun harus berdampingan dengan virus Corona.

Bagikan: