Perkembangan teknologi kini membawa inovasi di bidang transportasi. Pengembang teknologi perangkat lunak mulai melakukan inovasi disrupsi dalam transportasi konvensional, nyatanya, inovasi tersebut menjadi solusi mobilitas bagi semua orang.

Dulu, ketika kita ingin melakukan perjalanan ke kantor, ke universitas, ke sekolah, bahkan ke kafe, jika kita tidak memiliki kendaraan pribadi kita diharuskan untuk memanfaat transportasi umum publik/masa seperti bus dan angkot, atau transportasi umum pribadi seperti taksi. Kita hanya bisa mendapatkannya dengan menunggu di halte atau menelpon layanan untuk memesan taksi. Bagi sebagian orang, cara tersebut mungkin menyebalkan.

Metode pembayarannya pun dengan menggunakan uang tunai, yang paling merepotkan ketika uang yang dimiliki untuk membayar nominalnya lebih besar dan supir tidak memiliki uang kembaliannya. Apa yang akan terjadi? Memang, ada beberapa transportasi yang menerapkan metode pembayaran lebih modern, seperti uang elektronik atau metode debit. Tapi, belum semua transportasi menerapkan cara tersebut.

Namun, metodenya sekarang telah jauh berbeda. Cara untuk mendapatkan transportasi umum telah jauh lebih mudah. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, Software Developer membuat suatu aplikasi yang menjadi solusi perjalanan bagi semua orang. Salah satu contoh aplikasi transportasi online terbesar di Indonesia adalah Gojek. Tentu, semua orang sudah mengetahuinya.

Hanya dengan menggunakan aplikasi, siapapun bisa memesan dan mendapatkan transportasi dengan mudah dan cepat, tentunya metode pembayaran yang cashless. Hal tersebut dinilai sebagai cara yang efektif dan efisien.

  1. Solutif
    Developer lokal sangat mengerti kesulitan yang dirasakan ketika membutuhkan transportasi, mereka juga merasakannya. Developer membuat cara pemesanan transportasi yang sangat mudah, pengguna bisa memilih jenis kendaraan apa yang ingin digunakan, seperti motor atau mobil berkapasitas 2-3 orang atua 3-5 orang.
  2. Efektif dan Efisien
    Tidak hanya itu, selain transportasi online pengguna bahkan bisa merasakan fitur pengiriman barang, pembelian makanan dan belanja lainnya dari aplikasi. Di aplikasi telah banyak tersimpan mitra pengemudi transportasi, penjual dan juga merchant untuk metode pembayaran. Jadi kamu bisa tetap melakukan rutinitas kamu tanpa terganggu, karena dengan aplikasi seperti ini kamu bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun.
  3. Tarif Transparan
    Setiap fitur yang digunakan akan menampilkan tarif layanan. Pengguna akan mengetahui tarif dari layanan secara rinci sebelum akhirnya pengguna menggunakan fitur layanan yang tersedia. Metode pembayaran yang dimiliki pun beragam. Pengguna tetap bisa membayar tarif dengan uang tunai, atau menggunakan cara yang simpel dan cashless dengan uang elektronik ataupun kartu kredit dari merchant pembayaran yang bekerja sama dengan aplikasi.
  4. Data dan Riwayat
    Pengguna aplikasi akan merasa lebih nyaman karena nama, plat kendaraan dan nomor telepon mitra pengemudi bisa dengan mudah diketahui. Selain itu, setiap transaksi yang dilakukan di aplikasi akan tersimpan dalam riwayat transaksi. Pengguna pun tidak perlu khawatir jika tertipu oleh mitra pengemudi, karena bisa dengan mudah melaporkannya melalui aplikasi agar ditindak lanjuti.
  5. Dampak Ekonomi dan Sosial
    Tarif yang ditawarkan cenderung terjangkau, bahkan terdapat diskon ataupun cashback. Jadi, hemat kan? Tidak hanya itu, banyaknya mitra pengemudi dan penjual juga merasakan manfaatnya. Transaksi yang dilakukan tentu memberikan pendapatan untuk mereka dan pengguna bisa bersosialisasi dengan pengemudi selama perjalanan. Secara tidak langsung kamu membantu perputaran ekonomi bagi mitra pengemudi, penjual dan tim yang mengembangkan aplikasi.

Jika dilihat dari banyaknya mobilitas orang-orang yang mengandalkan transportasi online seperti ini, sudah tentu hasil dari adaptasi cara konvensional menjadi jalan keluarnya. Banyak manfaat yang diberikan dari pengembangan perangkat lunak. Disrupsi inovasi ini mungkin menjadi pukulan bagi sebagian pengusaha yang masih bertahan dengan bisnis tranportasi offline, dan sebagian lainnya memilihi untuk berinovasi dengan memanfaatkan teknologi khususnya di era industri 4.0. Sebagai pelengkap, pengembang perangkat lunak juga menambahkan fitur-fitur sesuai kebutuhan orang Indonesia. Bagaimana dengan kamu? Lebih menyukai transportasi dengan cara lama atau dengan cara yang lebih modern?

Bagikan: