Old you, New you

Normal Baru/Kelaziman Baru: Bagaimana hidup telah berubah akibat Covid-19 (dan tips untuk menghadapinya)

Satu hal yang pasti, perubahan akan selalu terjadi. Menyesuaikan diri dengan perubahan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi siapapun. Baik perubahan itu direncanakan atau tidak, secara tiba-tiba atau bertahap, yang pasti perubahan tidak bisa dihindari.

Beberapa bulan terakhir ini, kita telah mengalami perubahan cara hidup yang belum pernah dihadapi sebelumnya karena Covid-19. Dan sekarang kita harus menghadapi New Normal atau Normal Baru dengan perubahan yang harus dihadapi.

Siapa sangka bahwa sebotol pembersih tangan (hand sanitizer) dan tissue menjadi suatu yang langka, bahkan masker yang sebelumnya dianggap suatu hal yang tidak begitu penting, menjadi barang-barang berharga yang sulit didapatkan. Untuk pergi ke toko berbelanja bahan makanan saja, seperti menjadi petualangan tersendiri. Semua dikarenakan Covid-19 dan kewajiban menjalani tatanan kebiasaan yang baru. Namun, disadari atau tidak, kita masih merasa berat untuk melepas normal lama kita dan membiasakan diri dengan Normal Baru.

Meskipun kehidupan 'Normal' telah dimulai, masih ada batasan dan hal mendasar lainnya perihal cara hidup yang harus diubah. Seperti apakah tampilan New Normal saat ini? Berikut adalah kenyataan dan beberapa tips untuk menyesuaikan diri dengan New Normal yang harus kita ikuti.

Transportasi Umum

Cara Hidup Berbeda

  • Masker dan sarung tangan. Tergantung dimana kita berada, haruskan menggunakan keduanya atau cukup dengan salah satunya.
  • Mencuci tangan bukan hanya ketika tangan terlihat kotor. Kita harus selalu mencuci tangan secara berkala meskipun tangan tidak terlihat kotor. Bakteri, kuman dan virus tidak bisa dilihat dengan kasat mata.
  • Antrian menjadi Norma. Sering kali kita mendengar kalimat "Budayakan Antre" selain untuk menjaga ketertiban, nyatanya saat ini budaya antri sangat penting untuk menghindari kontak atau berdekatan dengan orang lain. Tidak ada yang tahu hal apa yang menjangkit orang sekitar kita dan seberapa besar risikonya untuk diri kita.
  • Transportasi Umum. Sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia berdesakan ketika menggunakan transportasi umum. Himbauan petugas yang mengatur penumpang pun diabaikan. Dengan kondisi ini, transportasi umum telah memiliki batasan antara penumpang dengan penumpang lainnya, kapasitas muatan pun dibatasi, dan diwajibkan untuk minimal menggunakan masker.
  • Menjadi waspada ketika mendengar seseorang batuk, bersin atau sesak napas. Kekhawatiran kita terhadap paparan Covid-19 sebaiknya menjadikan kita waspada bila ada orang disekitar kita yang terlihat mengalami gejala tersebut, entah dikarenakan Covid-19 atau hal lain. Hal ini berarti standar kesadaran menjaga kebersihan tangan dan barang pribadi haruslah lebih tinggi dan terus berlanjut. Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir, bukan?
  • Mengutamakan olahraga dan aktivitas menyenangkan lainnya di rumah. Situasi saat ini menjadikan semua orang harus lebih banyak berada di rumah saja demi mengurangi paparan dan persebaran covid-19 dengan tetap menjaga daya tahan tubuh.
  • Lebih mendukung bisnis lokal atau usaha kecil. Dikarenakan produktivitas dan perekonomian yang menurun, akan sangat baik jika kita mendukung bisnis lokal atau usaha kecil lokal agar perekonomian tetap berlanjut. Tentunya hal ini sangat meringankan masyarakat untuk memperpanjang rantai ekonomi namun tetap menjadi produktif.

Tidak berkelompok di kantor atau kampus

Cara belajar dan bekerja telah berubah.

  • Pendidikan yang kita tahu, telah berubah. Hampir seluruh bidang pendidikan melakukan kegiatan belajar secara online. Atau dipadukan dengan tatap muka dengan porsi secara online yang lebih banyak.
  • Pekerja juga telah banyak berubah. Begitu banyak dari kita yang beralih bekerja di rumah untuk meminimalkan perjalanan dengan transportasi umum dan berkumpul dalam kelompok di kantor. Kerja jarak jauh atau remote working menjadi sistem yang baru. Dengan Normal Baru, kita bisa kembali bekerja di kantor secara bergiliran dan mengurangi waktu kerja di kantor.

Salam yang lebih baik

Kehidupan sosial telah berubah

  • Jarak Sosial atau Social Distancing. Sepertinya kami telah mengucapkan 'Selamat Tinggal' dengan perkumpulan dengan kerabat, menonton bioskop, pergi ke tempat wisata, dll. Meskipun di Normal Baru telah diperbolehkan, tetap saja hal tersebut memberikan jarak fisik dan batasan waktu.
  • Tidak melihat orang yang dicintai demi keuntungan bersama. Orang lanjut usia, wanita hamil dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu akan menjadi lebih rentan dengan paparan Covid-19. Tinggal jauh dari mereka demi menjaga mereka tetap aman, meskipun penting juga untuk berada dekat, namun hal itu bsia sangat menantang.
  • Salam telah berubah. Menjadi lebih kreatif untuk menyapa. Sebelumnya kita tentu terbiasa untuk berjabat tangan, berpelukan ataupun mencium pipi. Namun hal tersebut menjadi hal yang sangat dikekang di Normal Baru. Kita bisa tetap menyapa dengan kalimat, menggunakan lambaian, sentuh siku, namaste, bahkan salam kaki.
  • Ritual 'makan malam' diluar telah berubah. Banyak restoran dan kafe yang saat ini hanya melayani takeaways. Meskipun ada beberapa yang melayani 'dine in' tetap akan ada pembatasan jarak.

Jadi, bagaimana kita bisa memasuki cara hidup baru ini? Baca artikel selanjutnya untuk membantu proses menyesuaikan diri dengan Normal Baru.

Bagikan Artikel: