"Agile (adj) : able to move quickly and easily"
adalah sebuah pola pikir [mindset] dan semangat untuk menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama proses pengembangan produk. Kemampuan untuk melakukan banyak hal secara bersamaan dengan cepat.

Di dalam dunia usaha, agile berarti tangkas atau gesit. Suatu bisnis yang agile berarti adalah bisnis itu dapat beradaptasi dengan cepat pada dinamika pasar, respon yang tepat dan fleksibel, khususnya dalam bidang bisnis teknologi. Agility dalam suatu bisnis teknologi menempatkan suatu proyek dalam skala kecil yang melibatkan tiap anggota tim untuk berkolaborasi secara konstan dan berkelanjutan.

Bisnis yang agile dapat mengawali perubahan bisnis dengan cara yang produktif, cepat, kolaboratif, dan mempertahankan kualitas dengan tetap menjadi kompetitif. Agility mampu mendorong lebih keras pertumbuhan dan pengembangan karyawan secara keseluruhan.

Perkembangan bisnis bergerak sangat cepat, teknologi semakin baru dan inovasi bermunculan setiap harinya. Jika suatu bisnis tiadk menerapkan metodologi agile, maka mereka akan kehilangan keunggulan dan menjadi tidak relevan.

Untuk menerapkan proses yang agile, semua bagian bisnis harus memberikan dukungan dan berkontribusi karena perombakan proses bisa terjadi secara total. Hal perlu diperhatikan dalam penerapa Agile, sebagai berikut :

  1. Memastikan tranparansi terjadi di semua level untuk memastikan penerimaan tim.
  2. Membuka sarana komunikasi dua arah antara Manajemen dan Tim. Hal ini bisa menghindari hal-hal yang bisa saja berdampak negatif bagi proses.
  3. Memastikan bahwa bisnis bergerak ke arah pengembembangan proses dan lean, karena proses ini adalah proses yang berkelanjutan.
  4. Beripikir, Bertanya, lalu Mencoba. Ulangi. Proses ini menitikberatkan pada interaksi dan kolaborasi, perangkat lunak yang bekerja, dan tanggap terhadap perubahan.

Dalam menerapkan proses ini, kita bisa mulai bertanya, "Apakah praktik yang dijalani oleh tim sudah dilandasi nilai-nilai tersebut?" dan "Apa yang perlu dilakukan untuk menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam tim?" Mungkin saja akan timbul jawaban untuk meminta perubahan dasar seperti perubahan budaya kerja atau perubahan aturan. Perubahan terhadap rencana awal pengembangan tentu saja menjadi sebuah tantangan. Namun, pendekatan metodologi agile lebih baik dari tantangan lainnya.

Bagikan: